Fenomena “Rudy Habibie”: Buku dan Film

Fenomena “Rudy Habibie”: Buku dan Film
Rudy Habibie Book Cover Rudy Habibie
Gina S Noer
Biography
Bentang Pustaka
12 Oktober 2015
280

 

Sinopsis

Ini adalah perjalanan Rudy menjadi B.J Habibie.

Rudy adalah kisah yang disusun dari cerita-cerita B.J. Habibie yang belum diceritakan sebelumnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan tumbuh dewasa seorang anak laki-laki dan Indonesia yang masih belia.

Tak banyak yang tahu bahwa cita-cita membangun industri pesawat terbang untuk Indonesia justru diawali oleh ketakutan Rudy akan burung besi pada masa Perang Dunia Kedua. Tak banyak juga yang tahu kisah cinta tersembunyi Rudy sebelum akhirnya ia bertemu Ainun, cinta sejatinya, dan fakta bahwa Rudy tak terlalu suka kata “mimpi” sebagai kata ganti hal yang sangat diinginkannya. Baginya, “cita-cita” adalah kata yang lebih menjejak dan nyata.

Dalam buku ini kita akan temukan alasan kenapa Rudy jengah bila dipanggil genius, tapi lebih senang bila disebut sebagai pekerja keras yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada cintanya.

Kita akan mengikuti perjalanan bagaimana B.J. Habibie yang kita kenal datang dari visi besar orangtuanya, pengorbanan keluarganya, dukungan para sahabatnya, dan inspirasi terbesarnya: Indonesia. (Sumber: Goodreads).

Komentar

Kisah Rudy Habibie menceritakan perjuangan BJ Habibie muda, baik dalam bentuk buku maupun film. Kisah ini merupakan kisah insipiratif yang dapat memotivasi anak muda jaman sekarang untuk belajar dari perjuangan BJ Habibie ketika masih muda. Beberapa hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah:

  • Hidup itu penuh perjuangan. Mulai dari saat-saat pengungsian di jaman penjajahan, kehilangan tokoh panutan, dan menghadapi udara dingin dan rasa lapar saat studi di Jerman, kisah ini menggaris-bawahi bahwa meski hidup penuh tantangan dan cobaan, kita harus tetap berusaha dan berjuang meraih mimpi kita.
  • Lika-liku pergerakan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Kisah ini mengilustrasikan betapa mahasiswa Indonesia di luar negeri sangat peduli akan isu-isu dan kejadian yang terjadi di dalam negeri. Juga bagaimana peristiwa yang terjadi di Indonesia mempengaruhi kehidupan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Mahasiswa Indonesia di luar negeri ingin berbakti untuk tanah air, akan tetapi terkadang harus berhadapan dengan perpolitikan tanah air. Namun demikian, mahasiswa yang sedang merantau tersebut tidak kehilangan semangat untuk berkontribusi untuk Indonesia. Kisah ini juga menunjukkan betapa pandangan BJ Habibie telah jauh kedepan dalam hal pembangunan Indonesia, dan ini perlu terus ditiru dan diwaris oleh generasi sesudah Beliau.
  • Cinta tanah air itu penuh pengorbanan. Demi cintanya terhadap tanah air, BJ Habibie harus banyak berkorban, antara lain mengorbankan cinta romantisnya, dan merelakan karyanya disita oleh pemerintah Jerman karena ia tidak mau berpindah kewarganegaraan dari WNI ke kewarganegaraan Jerman. Ilmuwan Indonesia kontemporer di luar negeri boleh jadi masih harus terus bergulat dengan dilema seperti ini.
  • Didikan, dukungan, dan pengorbanan orangtua dan keluarga sangat berperan dalam pembentukan pribadi yang kuat dan berintegritas. Kisah ini menggambarkan bagaimana ayah BJ Habibie menginspirasi Beliau sejak kecil, dan kemudian bagaimana ibu dan saudaranya mendukung dan berkorban untuk menunjang Beliau mencapai cita-citanya, sehingga Beliau menjadi orang yang visioner, berintegritas, dan berhasil seperti yang kita kenal saat ini.
Film “Rudy Habibie” didukung oleh aktor Reza Rahardian dan aktris Chelsea Islan

Namun demikian, ada perbedaan penuturan kisah berdasarkan versi buku dan versi film. Misalnya, peristiwa BJ Habibie menggantikan ayahnya mengimami jamaah sholat begitu menyadari ayahnya wafat dalam sujud, digambarkan dalam versi film, tetapi tidak disinggung sama sekali di dalam buku. Selain itu, sementara dalam film Rudy Habibie menyadari nilai ulangannya berada dalam sepuluh teratas bersama teman-teman Indonesianya, dalam buku mahasiswa Jermanlah yang menemukan hasil ujian Rudy. Perpisahan antara Ilona dan Rudy pun berbeda dan lebih dramatis pada versi film dibanding versi buku. Kisah tentang keluarga Rudy, masa kecilnya, hubungannya yang dekat dengan ayahnya, dan dukungan ibunya, juga lebih detil di buku ketimbang di film. Dengan demikian, versi buku dan versi film “Rudy Habibie” saling melengkapi.

Namun, setelah menyaksikan versi filmnya, saya menjadi bertanya-tanya, dan menebak-nebak, bagian mana dari film yang diadaptasi secara artistik untuk kepentingan estetika. Yang tentunya lumrah saja dalam dunia seni. Ingin rasanya bertanya pada Pak Habibienya sendiri, hehehe. Tapi terima kasih Pak BJ Habibie yang telah berbagi kisahmu, agar menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia. Salam hormat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *